
Pilihan Bagian Daging untuk Rendang
Rendang adalah masakan khas Indonesia. Masakan ini berasal dari Sumatera Barat dan berhasil dinobatkan sebagai makanan paling enak di dunia. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak suhu rendah dalam waktu lama menggunakan aneka rempah-rempah dan santan. Rendang ini dibuat dari daging TOP side yang memang sudah terkenal akan struktur dagingnya yang kering
Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga yang tinggal hanyalah potongan daging berwarna hitam pekat dan dedak. Dalam suhu ruangan, daging olahan dapat bertahan hingga berminggu-minggu, itulah yang menjadi salah satu ciri dan keunggulan masakan ini.

- Sengkel atau Shank: Berasal dari kaki depan/betis, mengandung urat yang membuat tekstur kenyal dan gurih setelah dimasak berjam-jam.
- Kelapa atau Knuckle: Bagian paha belakang yang sedikit lebih empuk namun tetap kokoh dan tidak mudah hancur.
- Sandung Lamur atau Brisket: Bagian perut yang memiliki lapisan lemak, cocok bagi yang menyukai rendang dengan rasa lebih gurih.
- Daging Paha Atas: Disarankan oleh pakar rendang karena kuat menghadapi proses memasak lama.
- Hindari daging berlemak empuk: Hindari bagian seperti tenderloin, sirloin, atau ribeye karena lemaknya akan mengendap dan hancur selama proses masak yang lama.
- Potong melintang serat: Iris daging dengan ketebalan 50–70 gram per potong melawan arah serat agar bumbu meresap sempurna dan daging mudah empuk.
- Ciri daging segar: Pilih daging berwarna merah cerah (tidak pucat), kenyal, dan tidak berbau asam.

